Selasa, 07 Desember 2010

Survey: Sex di Kalangan Remaja

Free sex… Apakah anda salah satu pelaku perbuatan ini??? Hanya anda yang bisa menjawab. Senin, 17 Mei 2010 di metro tv, aq kaget melihat hasil survey yang dilakukan oleh tiga badan independen, terkait perilaku seks dikalangan anak-anak remaja masa kini. Langsung aja tak kasih liat hasil survey yang aq dapat dari acara metro siang pada saat itu:

Survey KOMNAS Anak di 12 Provinsi

Data maret 2007 dengan 4500 remaja sebagai responden;

  1. 93,7% pernah berciuman hingga petting (bercumbu)
  2. 62,7% remaja SMP sudah tidak perawan
  3. 21,2% remaja SMA pernah aborsi

Survey Perkumpulan Keluarga Berencana

Data Desember 2008 terhadap 300 remaja SMP dan SMA di Samarinda; menyatakan bahwa:

“56% sudah berhubungan seks” bahkan ada yang terang-terangan mengaku berhubungan seks dengan pekerja seks

Survey Synovate Research

Data Maret 2009 terhadap remaja Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan dengan 450 responden (15-24 tahun);

  1. 44% mengaku punya pengalaman seks di usia 16-18 tahun
  2. 16% mengaku pengalaman seks didapat di usia 13-15 tahun
  3. Tempat melakukan : rumah (40%), kamar kos (26%), dan hotel (26%)

Itu semua hasil survey yang didapat. Na’udzubillah. Generasi penerus kita udah kaya gitu akhlaknya, udah bisa aq bilang bobrok. Padahal mereka semua itu adalah penerus bangsa Indonesia. Makanya mari buat kita calon orang tua, sekali lagi pendidikan keluarga dan pendidikan agama buat anak adalah sangat penting, penjelasannya bisa dibaca di sini

Buat pembaca merasa tersinggung, atau merasa pernah melakukkan hal diatas, aq mohon maaf, karena murni, itu informasi yang aq dapat. Semoga pembaca dapat melihat sisi positif dari penyampaian artikel ini.

Survei Opera Mini: Indonesia Doyan Online via Ponsel

Menjelajah internet memang bisa dari mana saja. Tak terbatas pada komputer –desktop maupun laptop– tapi juga bisa melalui ponsel. Survei Opera menyelidiki perilaku 300.000 responden dari usia muda 18-27 tahun.

Seperti dikutip detikINET dari News Factor, Minggu (28/11/2010), 90 persen responden di negara-negara berkembang seperti Nigeria, Afrika selatan dan Indonesia ternyata lebih gemar mengakses web dari ponsel.

Dalam laporan tersebut, Opera juga menyebutkan pengguna Opera Mini kebanyakan menggunakan ponsel biasa dan bukan smartphone.

Sementara negara barat seperti Amerika serikat, Polandia, Jerman dan Brasil dilaporkan masih memilih desktop maupun laptop sebagai sarana utama akses internet.

Hasil survei tersebut diakui Opera jadi tantangan agar Opera Mini bisa berdampingan dengan ponsel pintar. Smartphone diyakini akan menjadi pendorong utama penggunaan internet melalui ponsel di seluruh dunia.

Namun seorang analis dari Current Analysis, Avi Greengart mengatakan kesimpulan laporan tersebut kurang relevan. Pasalnya survei itu hanya menunjukkan berapa banyak pengguna browser Opera Mini dan tidak ada kaitannya dengan ponsel apa yang digunakan.

“Apple, Android, BlackBerry dan perangkat Symbian datang dengan browser miliknya sendiri. Pengguna ponsel bisa saja mengunduh Opera tapi survei yang dilakukan Opera lebih menunjukkan persentase pengguna yang menggunakan ponsel biasa,” kata Greengart.

“Saya tidak ingin mengurangi nilai survei ini. Namun sangat penting untuk dipahami bahwa informasi yang paling penting adalah tentang pengguna browser Opera dan bukan jenis ponsel yang digunakannya,” tutup Greengart.

sumber www.simtronik.com

Membuat Partisi D di Netbook

By Rosadtea on May 5, 2010
Pada awal saya bertemu dengan yang namanya netbook, saya bingung. Sebab pas saya explor tidak menemukan partisi lain selain Partisi C. Saya coba dengan klik kanan my computer dan memilih manage, tidak berhasil dan bingung. Yang ada dipikiran saya hanyalah mencoba memasang partision magic, tidak berhasil. Terus mau coba install ulang, saya merasa sayang sama operating system yang telah berjalan, kan original. Aduhhh bingung pokoknya.
Saya mencoba search di mbah google, malah hamper sama semua menganjurkan untuk bikin partisi dengan install ulang OSnya. Cape dehhh.

Dengan rasa masih penasaran ingin membuat partisi D, saya menemukan sebuah program yang cukup ringan sekitar 5mb ukurannya. Namanya Partition Wizard Home Edition dan free pastinya. Dengan tidak banyak cerita, saya download & install pada netbook (DELL inspiron mini).

Ehh sesudah diinstall ternyata bingung lagi, sebab pilihan create partisi tidak berfungsi. Ahh gak nyerah gitu saja, terus saya coba pilih tombol remove/resize partisi. Dengan sedikit rasa takut gagal, soalnya kmungkinan data bisa hilang. Ternyata setelah memilih tombol remove/resize ada pemberitauan untuk backup data, ya sudah saya backup dan melanjutkan proses. Dan berhasil. Sekarang Netbook itu memiliki dua partiisi C & D. Nah gimana mau kan?

Begini caranya ;

1. backup data dulu
2. Download & install Wizard Home Edition
3. buka programnya, nanti ada partisi C yang nampak dan klik partisi C tersebut
4. Pilih Remove/Resize
5. Geser navigasi ke kiri sesuai kebutuhan sebab ada angka isi partisi
6. Pilih partisi sisa perubahan untuk diformat
7. pilih applay pada klom kiri bawah kanan
8. netbook akan restart dan memulai partisi baru
9. setelah partisi selesai alias startup, maka explor dan format ulang partisi baru
10. selesai
11. selamat mencoba

sumber www.penuliskomputer.com

Chelsea Ingin Bangkit di White Hart Lane

London - Gagal menang lawan Everton membuat puasa kemenangan Chelsea bertambah panjang. Carlo Ancelotti pun menilai laga selanjutnya di kandang Tottenham Hotspur sebagai momen terbaik untuk mengakhirinya.

Untuk kali keempat secara beruntun Chelesea gagal meraih poin maksimal di Premier League. Di Stamford Bridge, Sabtu (4/12/2010) malam WIB, The Blues cuma bisa bermain imbang 1-1 kontra Everton.

Didier Drogba cs. pun gagal merebut puncak klasemen, meski Manchester United batal main lawan Blackpool. Mereka malah terdampar di posisi ketiga dengan raihan 30 poin. Sementara posisi puncak dikuasai Arsenal, yang mengoleksi dua poin lebih banyak.

Ancelotti ingin timnya segera bangkit agar tak makin tertinggal dalam perburuan gelar. Ia tak mau timnya saling menyalahkan satu sama lain atas kondisi saat ini.

"Kami harus bekerja dan bekerja lebih keras daripada yang kami lakukan saat ini. Anda dapat bergerak dari keadaan ini dengan tetap menjaga kekompakan," ujar manajer asal Italia ini kepada Sky Sports.

"Anda tak perlu mencari siapa yang salah, tapi pahamilah apa yang kurang saat ini dan berharap," sambungnya.

Ancelotti menilai timnya punya peluang untuk mengakhiri puasa kemenangan dalam laga melawan Tottenham Hotspur di White Hart Lane akhir pekan ini. Namun untuk menundukkan Spurs di kandangnya, ia mengakui memang butuh kerja keras.

"Kami punya peluang bagus di laga selanjutnya melawan Tottenham. Laga itu adalah kesempatan terbaik untuk menunjukkan karakter kami," terang eks pelatih Juventus dan AC Milan ini.

"Kami harus tetap fokus, dengan konsentrasi yang lebih baik, dan bekerja keras. Tiap pertandingan merupakan tantangan dan tiap periode adalah sebuah tantangan. Sekarang tidak ada alasan untuk tersenyum. Kami harus serius, dan jika ingin cepat berubah, saya pikir kami harus bekerja keras," pungkasnya.
( a2s / roz )

sumber detik.com

Senin, 06 Desember 2010

Wikileaks, Kebebasan Infomasi dan Media Sosial

Jakarta - Beberapa kasus bocoran dalam Wikileaks cuma kita anggap hiburan. Misalnya Kanselir Jerman Angela Markel disebut sebagai “teflon” kalangan petinggi Amerika Serikat karena tak ada satu pun yang bisa nyantel dalam dirinya. Lantas Presiden Iran Ahmadinejad dibilang lebih mirip Hitler.

Geger Wikileaks telah meletupkan kontroversi. Intinya, yang dirugikan merasa tak terima. Lantas muncul tudingan tentang konspirasi: mempermalukan lawan (dan bukan lawan) dengan memperdayai orang lain yang dengan senang hati menyebarkannya.

Kontroversi Wikileaks menggelembung karena peran media, terutama media sosial. Inilah era ketika informasi dipreteli, disebarkan, dimaknai, dipreteli lagi, dan disebarkan (pun dimaknai) lagi oleh banyak orang biasa (bukan jurnalis). Oleh orang-orang yang memiliki medianya sendiri. Oleh orang-orang yang tak bergantung kepada para editor.

Debat tentang hal itu akan terus berlangsung, dengan tiga pokok soal.


  • Pertama: apakah yang disebut sebagai kebebasan arus informasi?
  • Kedua: dalam batas apa, dan dalam soal apa, rakyat pembayar pajak boleh tahu rahasia pemerintahnya tanpa menunggu tibanya deklasifikasi dokumen?
  • Ketiga: dalam batas apa, dan dalam soal apa, masyarakat suatu negara boleh tahu rahasia korporat yang menjaring dana (saham) dari khalayak?

Dalam lingkup suatu negara saja sulit apalagi di luarnya. Kini batas geografis hanya garis di atas peta, bukan lagi penyekat informasi, padahal informasi kian tersebar karena media sosial. Maka hanya pemerintahan senewen, bingung, dan kurang pede, yang ingin memberangus informasi.

Jika menyangkut bisnis, maka mobilitas kapital menjadikan urusan sebuah korporat bukan lagi di ranah domestik. Apalagi jika korporat asing menyuap pejabat suatu negeri dan merusak lingkungan. Itu uruan semua orang, bukan hanya pemegang saham.

Di tengah diskusi itu bisa saja muncul respon yang mungkin lucu, naif, tapi bagi saya mendasar. Misalnya, “Kami senang dengan bocoran di negeri lain maupun perusahaan lain, dan menikmatinya. Tapi kami tidak suka kalau dibocorkan lantas jadi olok-olok.”

“Kami” itu bisa sebuah pemerintahan, bisa sebuah perusahaan. Pokoknya urusan pihak lain. Pokoknya boleh dirayakan. Lantas protes pihak lain –– “Napa sih sampe segitunya, kami kan nggak pernah mau tahu rahasia kalian?” –– akan kita anggap kekanak-kanakan.

Ah, biasa kata Anda. Di mana-mana orang kan mau menangnya sendiri, kata teman Anda. Apalagi sekarang zamannya kebebasan informasi, kata teman yang nimbrung.

Jika untuk hal yang tak secara langsung merugikan tapi kita secara berlebihan menikmatinya, lantas apa bedanya dengan kita menikmati dan menggandakan gosip beserta pasal cemar para pesohor, hanya saja kita tak rela jika urusan pribadi kita tersiar tanpa izin kita?

Mungkin kita bisa bilang urusannya berbeda. Jika menyangkut kebijakan publik tentang lingkungan maka tak boleh ada rahasia. Tapi jika menyangkut urusan ranjang orang –– bukan ranjang yang sedang dirakit di pabrik dengan bahan kayu hasil pembalakan liar –– maka itu boleh diabaikan.

Begitukah?

sumber detik.com

Facebook Ubah Tampilan Halaman Profil

Jakarta - Jejaring sosial populer Facebook kembali melakukan perubahan tampilan. Perubahan cukup besar terjadi pada halaman profil penggunanya.

Perubahan itu diumumkan di blog resmi Facebook, seperti dikutip detikINET, Senin (6/12/2010). Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah bagian 'perkenalan' pada halaman profil.

Tepat di bawah nama, profil Facebook kini akan menampilkan sederet informasi seperti pekerjaan, pendidikan terakhir, status pernikahan dan lainnya. Kemudian, di bawah informasi perkenalan itu, ditampilkan deret foto-foto terbaru dari sang empunya profil.

Tombol Wall, Info, Photos dan lainnya kini digeser pada kolom sebelah kiri, di bawah foto profil. Sedangkan kolom kanan berisi Message, Poke, People You May Know dan deretan iklan.

Facebook menyediakan halaman untuk memperkenalkan profil baru ini. Kunjungi di http://www.facebook.com/about/profile/


sumber detik.com

Minggu, 05 Desember 2010

Tahun Depan Android Akan Jadi 'Raja'

CALIFORNIA - Semakin banyak saja perusahaan riset yang memprediksi bahwa Android bakal menjungkalkan sistem operasi yang sudah ada, seperti Symbian dan iOS, termasuk analisis dari IDC.

Memang saat ini ponsel Android menyumbang 23 persen dari total pengiriman di Eropa Barat pada kuartal ketiga, di belakang Nokia Symbian dan Iphone Apple. Namun analis IDC Francisco Jeronimo mengatakan bahwa ponsel Android akan segera menjungkal Symbian dan iPhone.

Dilansir The Inquirer, Jumat (3/12/2010), Jeronimo menambahkan bahwa Android sudah berada di posisi kedua Symbian di seluruh dunia.

"Pemimpin pasar dengan perangkat Android di Eropa Barat adalah HTC dengan 39 persen, diikuti oleh Sony Ericsson dengan 27 persen dan Samsung dengan 14 persen," kata Jeronimo.

"Samsung mendapatkan tempat yang cukup strategis setelah peluncuran dari Galaxy S di kuartal kedua," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa iPhone yang menjadi perangkat panas tahun lalu. Ini hari itu adalah semacam perangkat 'tua'.

Galaxy S dipandang sebagai pesaing iPhone yang paling serius, pasalnya fungsi dan aplikasi pihak ketiga hampir sama dengan iPhone namun dengan harga yang lebih rendah.

Smartphone diharapkan akan naik menjadi 49 persen dari total pengiriman handset Eropa Barat pada tahun 2011, naik dari perkiraan 35 persen per tahun ini.

Call of Duty Akan Jadi Game Berbayar?

SAN FRANSISCO - Rumor tentang kemungkinan Activision akan memungut biaya di game Call of Duty (CoD) semakin kencang sejak pertengahan Juni 2010 silam.

Ketika itu, CEO Activision Blizzard, Bobby Kotick menyatakan bahwa di masa mendatang,
CoD akan dijadikan game online dan diwajibkan berlangganan. "Aku akan menjadikan Call of Duty game berlangganan," kata Kotick.

Namun, kini hal tersebut dibantah langsung oleh CEO Activision Publishing Eric Hirsberg. "Tak ada rencana kami untuk mengubah CoD seri online menjadi model berlangganan," kata Hirsberg seperti dilansir GameSpot, Jumat (25/11/2010).

"CoD akan selamanya free, bebas biaya," kata Hirsberg.

Hirsberg mengatakan, menghubungkan gamer dengan komunitas online untuk bermain Call of Duty mutlak adalah memberikan pengalaman, dan kita tidak akan mengenai biaya untuk itu.

"Kami tidak mencoba untuk menguangkan game tersebut," kata Hirsberg

Activision sendiri baru merilis Game Call of Duty terbaru, Black Ops. game inipun langsung menuai sukses, hanya dalam waktu sejam game tersebut menarik sekira satu juta pemain di Xbox Live.

Permainan tersebut diharapkan dapat dijual 13 juta hingga 15 juta unit di kuartal ini. Angka ini sedikit lebih rendah dari pendahulunya, Modern Warfare, yang dibuat oleh Infinity Ward studio.

CoD: Black Ops hadir dengan mengangkat cerita pasca Perang Dunia II. Selain bertempur di Vietnam, beberapa misi dalam game ini pun bakal membawa gamer ke belahan dunia seperti Kuba dan Amerika Utara. Berbeda dengan seri sebelumnya, Modern Warfare 2, dimana proses pengerjaannya dilakoni oleh Infinity Ward. Kini CoD7: Black Ops ditangani oleh Treyarch, sebuah pengembang game yang pernah membuat Quantum of Solace dan Call of Duty: World at War. (ugo)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More